Selayang Pandang MTs Negeri 10 Boyolali
-
Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Boyolali merupakan lembaga pendidikan Islam yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi moral dan rendahnya pendidikan agama di kalangan remaja pada masa pasca tragedi G.30S/PKI. Berada di tengah masyarakat pedesaan yang mayoritas beragama Islam serta minim akses pendidikan lanjutan, madrasah ini dirintis sebagai wujud ikhtiar dakwah dan pengabdian untuk membina generasi muda yang berakidah kuat dan berakhlak mulia.
Cikal bakal madrasah ini berawal dari kesepakatan para tokoh muda Islam Desa Temon yang didukung oleh Ranting Muhammadiyah setempat. Dengan semangat kebersamaan, pada tanggal 5 Februari 1969 berdirilah Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Muhammadiyah (MTsAIM) Sendanglo, yang pada awalnya hanya memiliki 18 peserta didik dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sarana yang sangat sederhana.
Seiring berjalannya waktu, madrasah mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari segi sarana prasarana, jumlah peserta didik, maupun status kelembagaan. Berbagai wakaf tanah dan bangunan dari masyarakat menjadi bukti nyata kepercayaan dan dukungan terhadap keberlangsungan madrasah. Pada tahun pelajaran 1983/1984, madrasah ini berstatus sebagai MTs Negeri Filial di bawah MTsN Nogosari, hingga akhirnya pada tahun 1997 resmi menjadi MTs Negeri Temon. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 671 Tahun 2016, nama madrasah ditetapkan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri 10 Boyolali.
Saat ini, MTs Negeri 10 Boyolali terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam prestasi, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan visi “Berakidah dan berakhlak dalam beramal, kreatif untuk mandiri, serta unggul dalam prestasi”, madrasah berupaya mewujudkan pendidikan yang seimbang antara penguatan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan potensi peserta didik secara optimal.